Selasa, 13 November 2012

Koperasi


Hasil Koperasi yang saya tanyakan  kepada pemilik koperasi tercantum dibawa ini:

Nama Koperasi : Jasa Koperasi Nusatara 5 (riau) didirikan pada tahun 2002. Koperasi ini berbentuk kearah penjualan barang yang dimana Jenis barang yang dijual berbagai macam-macam barang yang dibutuhkan oleh konsumen dan awal modal membuka koperasi ini sekitar 10juta.  Pada saat itu yang memberikan ide terbentuknya koperasi ini dengan atas ide dari Perusahaan PT Nusantra lima dan para anggota yang ikut dalam membangun koperasi ini. Koperasi ini tidak ada simpanan suka rela tapi koperasi ini harus wajib ada simpanan pokok, Pembagian SHU yang dilakukan koperasi ini dengan cara membagi hasil dari keuntungan yang didapat dan akan dijadikan modal kembali agar koperasi ini berkembang lagi. Koperasi ini terbentuk sudah sekitar 9 tahun, tujuan koperasi: Untuk membantu orang yang kekurangan .Koperasi ini memiliki anggota kurang lebih 30 anggota dan pengurus koperasi ini ada lebih dari 3 yang gabung dalam koperasi

            Visi dan Misi Koperasi
Visi Koperasi
Untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, dengan pengelolaan organisasi dan usaha  yang mandiri, terbuka, kokoh, berkembang, profesional dan terpercaya sehingga mampu mengembangkan keterpaduan dan kemandirian yang bersinergi dan siapapun yang bekerja di dalamnya secara adil serta berperan nyata sebagai gerakan koperasi untuk membangun tatanan perekonomian nasional melalui Ekonomi Rakyat dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Misi Koperasi
  Meningkatkan profesionalisme dan etika bisnis perkoperasian serta siapapun yang bertugas dalam penyelenggaraan kegiatan koperasi secara berkelanjutan.
  Meningkatkan terus menerus komunikasi dan informasi, serta melayani maupun memfasilitasi terjalinnya sinergi kerjasama antar koperasi maupun sebagai gerakan koperasi dan siapapun yang akan menjalin kerjasama kemitraan dengan koperasi (primer dan sekunder) dengan prinsip saling menguntungkan dengan berlandaskan kepada jati diri dan nilai-nilai perkoperasian.

Minggu, 14 Oktober 2012

Sejarah Koperasi


Koperasi di Indonesia

   Koperasi adalah suatu system ekonomi yang bisa dilakukan kesemua orang dan membantu rakyatnya yang terjerat hutang dengan rentenir dan koperasi itu bisa digunakan buat orang-orang yang membutuhkan bantuan yang kekurangan uang
   Koperasi di Indonesia, menurut UU tahun 1992, didefinisikan sebagai badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Di Indonesia, prinsip koperasi telah dicantumkan dalam UU No. 12 Tahun 1967 dan UU No. 25 Tahun 1992.
Prinsip koperasi di Indonesia kurang lebih sama dengan prinsip yang diakui dunia internasional dengan adanya sedikit perbedaan, yaitu adanya penjelasan mengenai SHU (Sisa Hasil Usaha).     
   Pada tahun 1896 seorang Pamong Praja Patih R.Aria Wiria Atmaja di Purwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri (priyayi). Ia terdorong oleh keinginannya untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi Maksud Patih tersebut untuk mendirikan koperasi kredit model seperti di Jerman. Cita-cita semangat tersebut selanjutnya diteruskan oleh De Wolffvan Westerrode, seorang asisten residen Belanda. De Wolffvan Westerrode sewaktu cuti berhasil mengunjungi Jerman dan menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian. Selain pegawai negeri juga para petani perlu dibantu karena mereka makin menderita karena tekanan para pengijon. Ia juga menganjurkan mengubah Bank tersebut menjadi koperasi. Di samping itu ia pun mendirikan lumbung-lumbung desa yang menganjurkan para petani menyimpan pada pada musim panen dan memberikan pertolongan pinjaman padi pada musim paceklik. Ia pun berusaha menjadikan lumbung-lumbung itu menjadi Koperasi Kredit Padi. Tetapi Pemerintah Belanda pada waktu itu berpendirian lain. Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian dan Lumbung Desa tidak dijadikan Koperasi tetapi Pemerintah Belanda membentuk lumbung-lumbung desa baru, bank –bank Desa , rumah gadai dan Centrale Kas yang kemudian menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI). Semua itu adalah badan usaha Pemerntah dan dipimpin oleh orang-orang Pemerintah.


Pada zaman Belanda pembentuk koperasi belum dapat terlaksana karena
1. Belum ada instansi pemerintah ataupun badan non pemerintah yang memberikan penerangan dan penyuluhan tentang koperasi.
2. Belum ada Undang-Undang yang mengatur kehidupan koperasi.
3. Pemerintah jajahan sendiri masih ragu-ragu menganjurkan koperasi karena pertimbangan politik, khawatir koperasi itu akan digunakan oleh kaum politik untuk tujuan yang membahayakan pemerintah jajahan itu.
Pada tahun 1908, Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Sutomo memberikan peranan bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Pada tahun 1915 dibuat peraturan Verordening op de Cooperatieve Vereeniging, dan pada tahun 1927 Regeling Inlandschhe Cooperatieve.
Pada tahun 1927 dibentuk Serikat Dagang Islam, yang bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha pribumi. Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi.
Namun, pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU no. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya. Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia. Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya koperasi ini berjalan mulus. Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia.
Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.


Prinsip koperasi
Prinsip koperasi adalah suatu sistem ide-ide abstrak yang merupakan petunjuk untuk membangun koperasi yang efektif dan tahan lama.[3] Prinsip koperasi terbaru yang dikembangkan International Cooperative Alliance (Federasi koperasi non-pemerintah internasional) adalah
Di Indonesia sendiri telah dibuat UU no. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian. Prinsip koperasi menurut UU no. 25 tahun 1992 adalah:
  • Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
  • Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
  • Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota
  • Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
  • Kemandirian
  • Pendidikan perkoperasian
  • Kerjasama antar koperasi

Bentuk dan Jenis Koperasi
Jenis Koperasi menurut fungsinya
  • Koperasi pembelian/pengadaan/konsumsi adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi pembelian atau pengadaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan anggota sebagai konsumen akhir. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pembeli atau konsumen bagi koperasinya.
  • Koperasi penjualan/pemasaran adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi distribusi barang atau jasa yang dihasilkan oleh anggotanya agar sampai di tangan konsumen. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pemasok barang atau jasa kepada koperasinya.
  • Koperasi produksi adalah koperasi yang menghasilkan barang dan jasa, dimana anggotanya bekerja sebagai pegawai atau karyawan koperasi. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pekerja koperasi.
  • Koperasi jasa adalah koperasi yang menyelenggarakan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh anggota, misalnya: simpan pinjam, asuransi, angkutan, dan sebagainya. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pengguna layanan jasa koperasi.
Apabila koperasi menyelenggarakan satu fungsi disebut koperasi tunggal usaha (single purpose cooperative), sedangkan koperasi yang menyelenggarakan lebih dari satu fungsi disebut koperasi serba usaha (multi purpose cooperative).





Jenis koperasi berdasarkan tingkat dan luas daerah kerja
  • Koperasi Primer
Koperasi primer ialah koperasi yang yang minimal memiliki anggota sebanyak 20 orang perseorangan.
  • Koperasi Sekunder
Adalah koperasi yang terdiri dari gabungan badan-badan koperasi serta memiliki cakupan daerah kerja yang luas dibandingkan dengan koperasi primer. Koperasi sekunder dapat dibagi menjadi :
  • koperasi pusat - adalah koperasi yang beranggotakan paling sedikit 5 koperasi primer
  • gabungan koperasi - adalah koperasi yang anggotanya minimal 3 koperasi pusat
  • induk koperasi - adalah koperasi yang minimum anggotanya adalah 3 gabungan koperasi


Jenis Koperasi menurut status keanggotaannya
  • Koperasi produsen adalah koperasi yang anggotanya para produsen barang/jasa dan memiliki rumah tangga usaha.
  • Koperasi konsumen adalah koperasi yang anggotanya para konsumen akhir atau pemakai barang/jasa yang ditawarkan para pemasok di pasar.
Kedudukan anggota di dalam koperasi dapat berada dalam salah satu status atau keduanya. Dengan demikian pengelompokkan koperasi menurut status anggotanya berkaitan erat dengan pengelompokan koperasi menurut fungsinya.






Keunggulan koperasi
Kemungkinan koperasi untuk memperoleh keunggulan komparatif dari perusahaan lain cukup besar mengingat koperasi mempunyai potensi kelebihan antara lain pada skala ekonomi, aktivitas yang nyata, faktor-faktor precuniary, dan lain-lain.
Kewirausahaan koperasi
Kewirausahaan koperasi adalah suatu sikap mental positif dalam berusaha secara koperatif, dengan mengambil prakarsa inovatif serta keberanian mengambil risiko dan berpegang teguh pada prinsip identitas koperasi, dalam mewujudkan terpenuhinya kebutuhan nyata serta peningkatan kesejahteraan bersama. Dari definisi tersebut, maka dapat dikemukakan bahwa kewirausahaan koperasi merupakan sikap mental positif dalam berusaha secara koperatif
Tugas utama wirakop adalah mengambil prakarsa inovatif, artinya berusaha mencari, menemukan, dan memanfaatkan peluang yang ada demi kepentingan bersama.Kewirausahaan dalam koperasi dapat dilakukan oleh anggota,
manajer birokrat yang berperan dalam pembangunan koperasi dan katalis, yaitu orang yang peduli terhadap pengembangan koperasi.
Pengurus
Pengurus koperasi dipilih dari kalangan dan oleh anggota dalam suatu rapat anggota. Ada kalanya rapat anggota tersebut tidak berhasil memilih seluruh anggota Pengurus dari kalangan anggota sendiri. Hal demikian umpamanya terjadi jika calon-calon yang berasal dari kalangan-kalangan anggota sendiri tidak memiliki kesanggupan yang diperlukan untuk memimpin koperasi yang bersangkutan, sedangkan ternyata bahwa yang dapat memenuhi syarat-syarat ialah mereka yang bukan anggota atau belum anggota koperasi (mungkin sudah turut dilayani oleh koperasi akan tetapi resminya belum meminta menjadi anggota).



Jumat, 15 Juni 2012

Budaya dan negriku


Budaya ku yang tercinta,  dan Negri ku yang indah


Nama saya sentyana, saya dilahirkan di sumatera utara, tepatnya di medan. Selagi saya  bersekolah di medan, Orang tua saya mengajarkan saya untuk selalu menjaga kelestarian dan keindahan budaya yang dimiliki oleh negara kita. karena kalau tidak dijaga, maka budaya kita akan diakui oleh negara lain. Usia ku semakin lama-semakin dewasa, semakin paham kenapa saya harus menjaga keindahan dan kelestarian budaya dan tradisi yang negara kita miliki, karena sebagian budaya dan tradisi negara kita pernah diakui oleh negara lain.
Selama saya tinggal di medan, tradisi dan budaya di medan dan di jakarta tidak jauh berbeda. Ada yang menjalankan tradisi tersebut ada juga yang tidak di jalankan. Terkadang saya berfikir, “bagaimana tradisi dan budaya di negara kita tidak mau di akui oleh  negara lain? Sedangkan kita saja kurang menjaga tradisi dan budaya negara kita sendiri.” Padahal kalau di lihat dari sisi tradisi yang negara kita miliki itu sangat bnyak, salah satunya  batik, alat musik dan lainnya. Kemarin-kemarin kita masih terlalu cuek dengan budaya dan tradisi yang kita miliki dan akhirnya budaya dan tradisi kita diakui oleh negara lain. Setelah diakui oleh negara lain, masyarakat indonesia baru merasa kalau budaya dan tradisi negara kita telah diakui. Bahasa kasarnya “ kemarin kemana aja?”.. masyarakat indonesia merasa menyesal tidak menjaga kelestarian dan keindahan budaya dan tradisi negara kita sendiri.
           
Setelah budaya dan tradisi negara kita telah kembali berasama kita, kita sudah mulai memperhatikan budaya dan tradisi dari negara kita sendiri. Tapi saya suka berfikir “ kenapa anak jaman sekarang berbeda dengan jaman dahulu? Lalu kenapa anak muda sekarang sebagian tidak menyukai lagu-lagu daerah? “ beberapa anak jaman sekarang yang saya survei itu mengatakan “ lagu daerah itu udah ketinggalan jaman, kalau hapal lagu itu pasti anak itu tidak gaul “ . padahal kalau kita belajar bahasa daerah itu bukan berarti anak jaman sekarang tidak gaul atau ketinggalan jaman, tapi kita menjaga lagu-lagu tradisional kita, agar tidak di akui oleh negara lain. Apabila kita menjaga kelestarian, tradisi dan budaya kita pasti tidak akan diakui oleh negara lain. Maka dari itu kita sebagai warga negara indonesia harus dapat mempertahankan dan menjaga budaya negara indonesia, maka budaya dan tradisi dari negara indonesia tidak akan diakui oleh negara lain.
Kita harus bangga menjadi warga negara indonesia, yang kaya akan adat istiadat, budaya dan tradisi yang negara kita miliki. Tapi sayang kita tidak memperhatikan budaya dan tradisi yang kita miliki. Banyak orang yang menyepelekan hal seperti ini. Seharusnya hal seperti ini tidak boleh di sepelekan. Karena ini sudah mencangkup negara kita sendiri. Apabila budaya dan tradisi negara kita diakui oleh orang, maka kita akan miskin budaya dan tradisi. Kalau budaya dan tradisi yang negara kita miliki di akui negara lain, maka kita tidak akan memiliki tradisi dan budaya. Maka negara kita akan di jelekan oleh negara lain dan Negara kita juga mempunyai banyak agama di Indonesia yang tidak banyak aturan dan tindak memandang kaya apa miskin jadi Indonesia adalah yang  begitu baik  dan memiliki budaya sangat bagus .Keindahan negri ku sangat banyak disenangin orang luar maupun itu lautnya dan makan di indonesia
Makanya saran saya, kita semua warga negara indonesia harus benar-benar menjaga dan melestarikan budaya dan tradisi yang kita miliki, agar kita selalu di banggakan oleh negara lain. Jangan sia-siakan budaya dan tradisi yang negara kita miliki.